Senin, 08 Agustus 2011

Hitam . Kelam. Hilang.



Ketika aku terbangun dari mimpi itu, aku sadar saat itu pula ku rasakan ada sentuhan yang berbeda di kala pagi..
Dinginnya dia..
Menembus tembok itu, sampai ke relung jiwaku..
Sadar aku masih terjaga..
Aku bingung..
Aku bingung dengan kata yang terdengar berbisik di samping ku..

Ku lontarkan senyuman paling indah milik ibu ku..
Aku masih ingin bersamamu..
Aku masih ingin membuatmu tersenyum..
Aku masih ingin membuatmu merasakan nyaman, damai di dekat ku..
Aku masih ingin menjagamu..
Tak perduli orang lain..
Tak perduli siapa pun itu..
Tak perduli keramaian mengusikku..


Dimana akan ku dapatkan lagi belaian lembut itu ?..
DImana akan ku dapatkan lagi untaian kata - kata indah itu ?..
Tuhan..
Entah berapa lama ini akan hilang, akan lenyap..
Entah sampai kapan perasaan itu kembali..
Maafkan aku Tuhan..
Maafkan aku Tuhan..


Hitam.
Kelam.
Hilang.
Tak bermakna..
Tuhan..
Tolong hilangkan perasaan ini..
Hingga matahari menjemputku kembali..

Langit seakan tak bersahabat dengan aku yang kini hanya bisa melihatnya..
Hanya bisa tersenyum, terdiam tak bisa berkata - kata..
Tapi, kenapa wajah itu begitu polos, lugu dan sendu..
Seakan tidak ada dosa di raut wajahnya yang bulat..
Oh, Tuhan.
Aku ingin menyampaikan kata yang penuh amarah kepadanya !
Aku ingin melakukan sesuatu yang tidak bisa dia lupakan !
Aku ingin memaki diriku sendiri, yang lemah !
Aku ingin mencampakannya, sebelum itu dia lakukan pada ku !

Akankahitu kembali ?..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar